INFOGRAFIS

Mari Mengenal Microgreen

Microgreen merupakan tanaman mini yang termasuk ke dalam salah satu jenis inovasi terbaru pada bidang cocok tanam. Inovasi ini muncul karena adanya keterbatasan lahan yang ada, sedangkan kebutuhan bahan pangan yang sehat terus meningkat. Penerapan microgreen ini dapat menekankan pada penghematan tempat, biaya serta waktu.

Microgreen termasuk ke dalam jenis sayuran mini yang bisa dikonsumsi masyarakat secara umum. Biasanya jenis sayuran yang menerapkan microgreen adalah selada air, kol, lobak, sawi hijau dan masih banyak sayur segar lainnya. Microgreen bisa tumbuh dengan baik pada iklim tropis.

Cara menanam dan merawat microgreen sangat mudah. Alat dan bahan yang digunakan juga sangat sederhana. Berikut adalah alat dan bahan yang diperlukan dalam penanaman microgreen (Sukmawani et al., 2020):

  1. Media tanam berupa rockwool, tanah, kapas atau spons dan juga arang sekam
  2. Pot atau wadah
  3. Benih sayuran
  4. Sprayer

Lalu untuk tata cara penanaman microgreen adalah sebagai berikut :

  1. Semai benih sayuran terlebih dahulu. Penyemaian benih sayuran menggunakan media kapas yaitu dengan membasahi kapas yang telah diletakkan di wadah kecil hingga lembab, lalu taburkan benih di atas kapas yang lembab tersebut
  2. Lalu masukkan kapas ke dalam kantung plastik hitam atau  bisa saja simpan kapas di tempat yang lembab
  3. Beri air pada kapas setiap hari agar kapas tidak kering
  4. Apabila tunas sudah tumbuh, pindahkan ke wadah yang telah disediakan dengan media tanam
  5. Semprot permukaan tanah dengan menggunakan sprayer agar tanah tetap lembab

Terakhir untuk tata cara perawatan microgreen juga sangat sederhana yaitu dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Kompos atau tanah yang digunakan tidak banyak namun juga harus memperhatikan kandungan dan nutrisi tanah
  2. Penyiramannya dilakukan secara rutin dua kali sehari
  3. Lalu untuk kebutuhan cahaya matahari hanya disinari selama 3 sampai 4 jam setiap hari.
  4. Dibutuhkan lokasi penanaman yang memungkinkan untuk sinar matahari masuk secara langsung selama rentang waktu yang dibutuhkan yaitu 3 sampai 4 jam.
  5. Microgreen ini usia tanamnya tidak panjang, oleh karena itu tidak dibutuhkan perawatan khusus seperti penggunaan pestisida kimia.

Microgreen memiliki rasa yang sedikit berbeda dengan sayur pada umumnya. Rasa pada microgreen umumnya memiliki rasa yang eksotis serta menyengat, agak pahit, manis, bisa netral, pedas, asam bahkan bisa saja bercita rasa rempah yang kuat. Rasa yang ditimbulkan tergantung dari jenis sayuran yang kita pilih. Namun microgreen juga memiliki banyak manfaat terutama bagi yang sedang melakukan diet. Microgreen mengandung vitamin, mineral, betakaroten, protein, minyak nabati serta antioksidan yang tinggi (Sukmawani et al., 2020). Antioksidan tinggi ini merupakan suatu senyawa yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka yang panjang, mampu melawan zat karnosigen yang merupakan potensi penyebab kanker, serta dapat mencegah penuaan dini yang diakibatkan oleh paparan radikal bebas. Microgreen juga berperan sangat baik ketika dikonsumsi saat tubuh sedang tidak fit agar bisa mendapatkan stamina tambahan. Kandungan protein yang tinggi dapat membantu untuk mempercepat penyembuhan luka dan pasca operasi.

Nutrisi alami yang ada pada microgreen aman apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Namun hal yang perlu diperhatikan kembali, tanaman ini lebih baik dikonsumsi dalam keadaan mentah. Pada saat kondisi mentah, nutrisi alami yang ada pada microgreen lebih terjaga sehingga dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi kesehatan tubuh.

Microgreen dapat dijadikan sebagai peluang usaha. Berbisnis microgreen bisa menjadi peluang sektor rill terbaik, hal ini dikarenakan skills-nya yang mudah untuk dipelajari serta adanya nilai tambah dari bibit ke microgreen nya yang sangat tinggi. Tetutama karena pada usia panennya yang hanya maksimal selama 21 hari dengan turn-over usaha sektor rill yang berlipat jika dibandingkan dengan modal yang hanya 21 hari. Microgreen tidak hanya bisa dijual ke restoran namun bisa juga dijual kepada masyarakat langsung dalam bentuk packaging. Dengan nutrisi microgreen yang lebih banyak dibandingkan sayuran pada umumnya dapat menarik perhatian masyarakat yang ingin hidup sehat dengan mudah.

Sumber :

Suara.com. (2021, 31 Juli). Mengenal Microgreen, Makanan Sehat yang Bisa Ditanam di Rumah. Diakses pada 5 Agustus 2021, dari https://www.suara.com/lifestyle/2021/07/31/061703/mengenal-microgreen-makanan-sehat-yang-bisa-ditanam-di-rumah?page=all

Kompasiana.com. (2018, 2 Juni). Future Development, Peluang Berbisnis Microgreens. Diakses pada 6 Agustus 2021, dari https://www.kompasiana.com/helenastefani9994/5b12501e16835f163308efa3/future-development-peluang-bisnis-microgreens

Sukmawani, R., Rini, N. K., Supiati, I. A., Meilani, E. H., Milla, A. N., & Astutiningsih, E. T. (2020). Pelatihan Usaha Tani Microgreens bagi Ibu Rumah Tangga. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 410–415. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v5i4.1436

Link Instagram: https://www.instagram.com/p/CS5xI1iF5Uk/?utm_medium=copy_link

(Penulis: LITKEL 2021)

(Editor: INFOKOM 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *