Capital Gain

Capital Gain

Catatan Aspirasi Digital Keluarga Agribisnis



Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Shalom, om wastiastu namo budaya
Salam kebajikan

Halo semuanya …

Bagaimana kabar kalian di Bulan September, aman kan?? semoga sehat selalu dan tetap berada dalam lindungan-Nya ya

Pada Bulan September ini , e-mading (Capital Gain) datang lagi dengan mengusung tema :

“ Mengenang G 30 S PKI “

Nah, dari temanya saja pasti sudah mengerti semua nih kita bakal upload apa

Yuk, baca lebih lanjut. Selamat menikmati !



Mengenang G30S PKI

Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G-30 S/PKI).Peristiwa (G-30S/PKI) adalah salah satu pemberontakan komunis yang terjadi di bulan september tahun 1965. Dalam kudeta ini, setidaknya 7 perwira tinggi militer yang terbunuh. Hingga saat ini, peristiwa (G-30 S/PKI) tetap menjadi perdebatan antara benar atau tidaknya partai komunis IDN yang bertanggung jawab dalam peritiwa tersebut. Gerakan ini bertujuan untuk menggulingkan Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi komunis. Gerakan ini diprakarsai oleh Dipa Nusantara Aidit yang merupakan ketua dari PKI saat itu. DN. Aidit saat itu melancarkan hasutan-hasutan kepada rakyat Indonesia untuk mendukung PKI menjadikan Indonesia sebagai “negara yang lebih maju”. DN Aidit dinyatakan sebagai dalang dari G30S/PKI oleh Pemerintah Republik Indonesia pada masa Presiden Soeharto.

Gerakan ini bergerak atas perintah Letnan Kolonel Untung Syamsuri yang saat itu adalah Komandan Batalyon I Cakrabirawa. Gerakan ini meluncur di Jakarta dan Yogyakarta dimana gerakan ini mengincar para Dewan Jendral midan perwira tinggi. Gerakan di Jakarta sebenarnya bermaksud untuk menculik para jendral dan membawanya ke Lubang Buaya. namun, beberapa prajurit Cakrabirawa ada yang memutuskan untuk membunuh beberapa jendral di tempat dia diculik. yaitu diantaranya Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. dan sisanya meninggal secara perlahan karena luka mereka di Lubang Buaya.Atas kejadian ini, rakyat menuntut Presiden Soekarno untuk dengan segera membubarkan PKI. dan dengan sangat terpaksa, Soekarno akhirnya membubarkan PKI yang merupakan kekuatan terbesar yang mendukung gerakan “Ganyang Malaysia” milik Soekarno. Soekarno kemudian memerintahkan Mayor Jendral Soeharto untuk membersihkan unsur pemerintahan dari pengaruh PKI. perintah itu pun dikenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret 1966 yang sesuai dengan pernyataan Soekarno berisi mengenai pengamanan diri pribadi presiden, pengamanan jalannya pemerintahan, pengamanan ajaran presiden dan pengamanan wibawa presiden. Berikut 7 jenazah akibat perang PKI:

  1. Jenderal Ahmad Yani (Menteri Panglima Angkatan Darat)
  2. Mayor Jenderal S. Parman
  3. Mayor Jenderal Soeparto
  4. Mayor Jenderal M.T Haryono
  5. Brigadir Jenderal DI Panjatian
  6. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
  7. Letnan Satu Piere Tendean

Sedangkan Jenderal Abdul Harris Nasution berhasil lolos dari upaya penculikan tersebut. Namun, putrinya Ade Irma Suryani menjadi korban. Di Yogyakarta, mereka menculik dan membunuh petugas, yaitu Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Katamso. Kolonel Sugino menentang PKI. Pagi tahun , dalam berita Radio Republik Indonesia (RRI), Letnan Kolonel Weng Dong mengumumkan pembentukan Komite Revolusi. Dalam keadaan yang tidak aman, Mayor Jenderal Suharto dari Pangkostrader segera memutuskan untuk mengambil alih komando tentara. Segera setelah berkumpulnya pasukan yang setia kepada Panchasila, operasi untuk menghancurkan kampanye 30 September diluncurkan. Ketika olahraga ditemukan terkait erat dengan PKI pada 30 September. Kemudian para pemimpin dan pendukung Partai Komunis India dianiaya. Gerakan PKI berhasil ditumpas pada tahun 1930-an, menandai berakhirnya gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

” Yang Tak Terpadamkan “

Penulis : Irfan Teguh

Malam yang dijanjikan pun tiba. Rumah-rumah terbakar. Paman Martil dan empat puluh orang sipil bersenjata menyerang kantor telepon. Dua bocah yang tinggal bersamanya turut serta. Empat jam kantor itu mereka kuasai sebelum akhirnya dikuasai serdadu kolonial.

Paman Martil berhasil lolos. Tapi tak lama kemudian, serdadu-serdadu itu mendatangi rumahnya. Dua bocah selamat, sementara Paman Martil kian terdesak. Senapan Vickersnya sudah tak berfungsi. Ia sempat lari melalui kamar mandi, tapi akhirnya terkurung di bawah sebatang pohon durian.

“Waktu sebuah durian jatuh di dekat kepalanya ia pun tiada berbuat sesuatu apa pun. Di sebelah sana menggeletak Vickersnya yang basah dalamnya. Di bawah tubuhnya menongol tangkai martilnya. Tapi seluruh tubuhnya berselimutkan bendera merah palu-arit, dan darahnya sendiri,” tulis Pram.

Pelor serdadu berhamburan menghancurkan dadanya. Paman Martil menjelempah. ia tak bergerak lagi.

“Kelompok-kelompok tersebut merupakan gerombolan-gerombolan penjahat, para anggota polisi, dan para kiai yang mendapat dukungan pemerintah Belanda dan pejabat-pejabat priayi. Pada awal tahun 1925, sekitar 20.000 orang anggotanya menyerang rapat-rapat PKI dan SI serta mengancam para anggota mereka. Pengawasan pemerintah semakin diperketat, dan pimpinan PKI yang tersisa sering ditahan,” tulisnya.

Pemberontakan PKI di Jawa yang terjadi pada 12 November 1926 memang mudah dipatahkan. Pasukan Belanda kembali merebut Batavia sehari setelah kejadian. Sementara pemberontakan di Banten dan Priangan dipadamkan pada Desember. Tak hanya di Jawa, pemberontakan pun terjadi di Sumatra. Meski lebih sengit, tapi para pemberontak Sumatra juga cepat dibabat Belanda.

Sumber : https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/yang-tak-terpadamkan-kumpulan-cerpen-pki-sebelum-malam-jahanam-dhzz

Karya: Moch Widodo

Angkatan: 2020

Karya: Rania Ramadhani S

Angkatan: 2020



Eits, tunggu dulu…

Sebelum melanjutkan baca, admin mau tanya nih,

gimana menurut kalian setelah membaca postingan di atas ?

Jangan lupa buat komen ya,

Ayo, scroll terus ke bawah ada yang lucu – lucu lo dan hal yang menarik lainnya !!

Tetap staytune….



Editor: NFOKOM 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *